13 June 2008

Mimpi Dua Mantan Jenderal

ENTAH apa sebetulnya yang bercokol dalam benak dua orang mantan jenderal itu. Di masa aktifnya dulu konon mereka berseteru sengit. Keduanya pun santer disebut-sebut punya kaitan dengan peristiwa dahsyat yang dikenal sebagai “kerusuhan Mei” itu, tapi seperti biasa terjadi di republik ini, hal-hal itu tinggal sebagai rumor—setidaknya hingga hari ini.

Kini mantan jenderal yang satu membikin partai politik. Ia mau bangkit lagi rupanya, targetnya jelas, dan semua orang sudah pada tahu. Demi mencapai target itulah ia belakangan sering nongol di depan publik. Kadang bermain menjadi "sinterklas-sinterklasan" yang membagi-bagikan sembako, terkadang juga duit. Lain waktu ia kelihatan bertegang-tegang mengata-ngatai pemerintah.

Mantan jenderal yang satu lagi sejauh ini tak begitu jelas agenda politiknya. Yang kelihatan adalah bahwa belakangan dia suka setor muka di televisi, lalu dengan mimik serius dan prihatin ia berbicara gagah “atas nama para petani”. Adakah sang mantan jenderal juga punya target politik muluk seperti mantan jenderal sebelumnya? Atau ia sekadar tergoda untuk “meneruskan” perseteruan mereka di masa lalu?

Sekiranya keduanya, atau minimal salah satunya, tetap meneruskan rencana besarnya pada Pemilu 2009, maka itu akan menjadi manuver yang kelewat bodoh untuk dilakukan. Sebab tingkat keberhasilan peluang mereka sudah bisa dipastikan bahkan pada hari ini juga. Kecuali kalau mereka punya target lain. Misalnya saja, kehadiran mereka hanya dimaksudkan untuk “memecah” konsentrasi konstituen lawan.

Tapi target ini pun rasanya kelewat sulit untuk dicapai. Publik sudah pada tahu kok borok-borok mereka, jadi percuma sajalah mereka main sulap ini itu untuk mengibuli orang banyak. Sebagai mantan jenderal, mereka pun mestinya cukup pintar untuk memahami semua itu. Jadi apa gerangan yang “memaksa” mereka untuk terus nekat maju—jika benar begitu. Hanya mereka bedualah yang bisa menjawab.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...