14 January 2010

Ada "Perang Lain" Di Balik Century


Sri Mulyani, “singa betina” yang biasa tampil perkasa dari forum ke forum, agaknya merasa “keder” juga tatkala harus menghadapi “gerombolan penyamun” di gedung parlemen kemarin. Ia merasa perlu membawa “pasukan” komplit (para pegawai Depkeu eselon 1) yang kemudian pada duduk memenuhi balkon. Ada juga Anggito Abimanyu, “murid kepala”nya, dan suaminya tersayang, Tonny Sumartono. Bukan hanya itu, ia pun mempersenjatai diri dengan seuntai tasbih yang terus dimainkannya selama sidang berlangsung.

Apa yang dilakukan Sri Mulyani menurut saya tepat. Kehadiran “pasukan” yang dibawanya itu sedikit banyak akan bisa menetralisir pengaruh energi buruk yang berada di sekitarnya. Saya cukup percaya bahwa lawan-lawan Sri juga menggunakan segala macam cara untuk merebut kemenangan. Misalnya, dengan mengerahkan dan meniupkan aroma atau aura negatif kepadanya, dengan tujuan mungkin membuatnya gugup, marah, sehingga tidak bisa mengendalikan diri, dan akhirnya masuk ke dalam jerat. (Miranda Gultom menurut saya kena dikerjai dengan cara ini).

Kemarin kelihatannya Sri Mulyani bisa lolos dari segala jerat itu. Saya mendengar kabar ada acara doa bersama yang dilakukannya sebelum berangkat ke “medan laga”. Ini juga bagus dan tepat. Akan lebih baik lagi apabila setelah sidang kemarin (sampai kasus ini selesai) kegiatan doa ini terus dilanjutkan. Saya teringat pada sebuah cerita dalam Perjanjian Lama. Diceritakan di sana, ketika orang-orang Israel berperang sengit di medan pertempuran, Musa dibantu Harun dan seorang lainnya, terus berdoa di atas gunung memohonkan penyertaan Tuhan agar bala pasukan Israel menang.

Diceritakan bahwa setiap kali Musa kelelahan dan berhenti berdoa, keadaan pasukan Israel ikut keteteran, tapi begitu Musa kembali berdoa, situasi pertempuran juga berubah pula. Maka saya berharap ada “musa-musa” yang terus tekun berdoa memohonkan penyertaan Tuhan agar pihak-pihak yang tidak berdosa (sampai saat ini saya masih percaya Sri Mulyani dan Boediono tidak bersalah) dalam urusan Century ini terlindung dari segala cengkraman dan jerat gerombolan jahat.

(Masalahnya juga, sekarang ini sepertinya urusan “benar” dan “tidak benar” makin menjadi “kurang relevan” dalam kasus Century. Usaha-usaha sistenatis yang selama ini dilakukan untuk menciptakan citra jelek pada keduanya (Sri Mulyani dan Boediono) lumayan berhasil. Mayoritas publik (yang malas mikir) menelan mentah-mentah segala kampanye jahat itu. Makanya saya menyebut “tepat” apa yang dilakukan Sri Mulyani dalam sidang kemarin. Sudah saatnya kita mengundang campur tangan Dia dalam urusan ini. Masalah ini kelewat penting untuk diserahkan hanya kepada politikus).

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...