23 September 2013

Lautan Energi ...

"Perjuangan kita adalah melawan roh-roh jahat di udara ..." (Efesus 6:12)


SEORANG kawan suatu kali tandang ke seorang pastor yang biasa "buka praktek" pengobatan seputar hal-hal yang bersinggungan dengan "dunia gaib". Ia bukan pastor biasa, agak nyleneh, mendalami dan melakoni Jalan Kejawen. Ia juga tak anti fengshui. Kawan saya ini mendatanginya karena punya masalah: sering "dijahili" oleh kehadiran mahluk-mahluk yang--bagi kita pada umumnya--tak jelas juntrungannya itu.

Pastor, atau baiklah kita sebut saja, romo yang disambangi kawan saya ini antara lain bercerita bahwa alam yang kita diami ini sejatinya adalah "lautan energi". Ini adalah "lautan" yang tak pernah diam, sarat dengan rupa-rupa gelombang. Rada mirip dengan gelombang pemancar radio atawa televisi, katanya memberi ilustrasi  Maksudnya, mereka ada tapi tak tertangkap mata biasa. Kita ini.pun masing-masingnya tak lain dan tak bukan adalah salah-satu dari energi di jagat ini.

Dan kehidupan ini, kata sang romo, isinya adalah aksi-interaksi antar medan-medan energi itu. Bisa saja terjadi semacam sinergi di antara yang "cocok", dan sebaliknya "benturan" atau setidaknya "gesekan" antara sesama energi yang "ciong" alias tak ada kecocokan. Energi yang kuat menjadi dominan dan cenderung "menguasai", atau setidaknya "mengganggu", satuan energi yang lebih lemah.

Gangguan dan penguasaan itu terjadi dalam rupa-rupa manifestasi--jadi tidak melulu dalam bentuk gangguan "diusili" seperti yang dialami sang kawan di awal tulisan ini. Nasib buruk yang tak hentinya menimpa seseorang mungkin saja contoh ekstrim adanya "gangguan" itu.

Berdoa secara intens dan teratur adalah cara yang dianjurkan romo tokoh kita untuk bisa lebih tahan menghadapi gangguan dari energi-energi tak bersahabat yang ada di sekitar kita. Berdoa adalah cara yang diyakini efektif guna meraih sinergi dengan entitas energi superior yang menjaga dan merawat keutuhan hidup ini. Kita biasa menyebut energi superiot ini sebagai Tuhan. Sinergi ini menjadikan kita kuat dan tak tertembus ketika muncul "serangan". Setidaknya begiitulah menurut romo pengikut Kejawen ini.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...